Strategi Efektif Push Notifications 2024

4–6 minutes

Makin banyak aplikasi baru berdatangan dan setiap aplikasi punya cara pendekatan berbeda-beda dan kebutuhan yang berbeda ke para penggunanya. Push notifications –yang merupakan pesan pendek yang muncul di hp-mu, dikirim dari sebuah brand aplikasi mobile, karena kamu merupakan segmentasi pengguna tertentu– menjadi alat komunikasi dari brand ke penggunanya. Cara ini dianggap cukup efektif oleh banyak organisasi, karena komunikasi yang tanpa basa basi dan bisa target ke segmentasi tertentu saja.

Kali ini kita akan bahas beberapa strategi yang bisa dilakukan agar push notifications lebih efektif.

  1. Kenapa Push Notifications penting?
  2. Siapa yang cocok menerima Push Notifications?
  3. Pesan apa yang efektif untuk Push Notifications?
  4. Kapan waktu yang tepat mengirim Push Notifications?
  5. Bagaimana cara mengirim Push Notifications?

Kenapa Push Notifications Penting?

Khususnya untuk brand yang produknya adalah aplikasi mobile, Push Notifications menjadi salah satu pilihan penting untuk berkomunikasi. Selain pesan yang pendek dan orang yang bisa di-segmentasi-kan, Push Notifications dapat mendorong orang untuk langsung melakukan sebuah aksi di aplikasimu. Ini semua dengan catatan bahwa kamu sudah mendapatkan banyak data kebiasaan dari pengguna ya. Jika kebiasaan itu belum tercatat, kamu juga bisa melakukan berbagai jenis testing dan terus mengembangkannya dari situ.

Siapa Penerima Push Notifications?

Kamu harus memiliki event tracker untuk bisa membuat segmentasi atau grup tertentu yang akan menerima Push Notifications. Kamu bisa saja untuk selalu kirim ke semua pengguna, namun cara ini tidak disarankan. Kirim ke semua orang tidak selalu berarti baik, karena bisa mengganggu orang jika pesan tidak relevan, dan risikonya orang mematikan Push Notifications.

Jadi, berdasarkan event tracker atau kamu juga bisa menggunakan data profil pengguna, kamu bisa membagikan segmentasinya. Misalnya kamu membuat segmentasi orang-orang yang membuka aplikasi sehari 5x, lalu segmentasi berikutnya adalah orang yang masuk ke halaman produk minimal 3x seminggu, dan seterusnya. Segmentasi ini bisa kamu buat berdasarkan periode tertentu dengan frekuensi tertentu.

Ada beberapa jenis pengguna secara umum yang perlu kamu perhatikan:

  1. Pengguna setia yang tidak perlu diingatkan untuk melakukan sebuah aksi di aplikasimu. Tipe orang seperti ini mungkin hanya butuh informasi soal fitur baru atau penawaran menarik khusus untuk pengguna aktif
  2. Pengguna yang sudah lama tidak membuka aplikasimu. Mungkin mereka menggunakan aplikasi lain, mungkin mereka sudah tidak merasa ada relevansi lagi, dan lain sebagainya. Cari tau alasannya dan berikan alasan sebaliknya untuk mereka kembali lagi
  3. Pengguna yang membuka aplikasimu namun tidak berinteraksi yang menguntungkanmu. Cari tau juga alasannya untuk bisa memberikan penawaran yang sesuai

Pesan Apa Yang Efektif?

Situasi Push Notifications yang bentuknya memang pesan pendek membuat pendekatan ini bisa menjadi sangat efektif atau kebalikannya. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam pembuatan pesannya adalah:

  1. Pastikan 1-3 kata pertama itu menggunakan kata yang bermakna dan clickbait
  2. Pesan harus sesuai dengan jenis segmentasi yang ingin dikirim
  3. Nada bicara pesan harus sesuai dengan brand voice
  4. Penggunaan emoji di depan bisa menjadi pilihan

Beberapa contoh kata-kata yang memiliki kekuatan dan berpotensi clickbait:

MulaiJanganPerhatian!Masa sih?
Mau?Awas!Hampir Habis!Naik/Turun Lagi
Stop!AyoKesempatan terakhir!Spesial
BaruDiskonAmbil sekarangCoba
1 Jam Lagi!Diterima!Turun hargaHadiah menanti

Kapan Waktu Pengiriman Yang Tepat?

Waktu pengiriman bisa beragam tergantung kebiasaan penggunamu. Setiap segmentasi pengguna pun mungkin memiliki waktu yang terbaik berbeda-beda. Untuk bisa mengetahui ini, kamu harus melakukan analisa mengenai kebiasaan pengguna. Namun secara garis besar ada beberapa kebiasaan umum yang bisa kamu jadikan acuan:

  1. Jika penggunamu orang dewasa usia 25 tahun ke atas pada industri aplikasi yang tidak relevan dengan kebutuhan bangun pagi, ada kemungkinan waktu terbaiknya adalah di pagi hari saat baru mau mulai kerja, sore hari saat pulang kerja, atau malam di atas jam 9 malam
  2. Jika penggunamu adalah anak sekolah atau kuliah, ada kemungkinan waktu terbaiknya adalah di malam hari atau di hari libur
  3. Jika penggunamu adalah ibu-ibu rumah tangga, maka jam efektif di antara siang dan sore hari

Bagaimana Cara Mengirim Push Notifications?

Push Notifications bisa dikirim langsung dari backend jika memang organisasi kamu memiliki kapasitas membuat sendiri. Ada cara lain yang lebih sederhana tapi membutuhkan budget kira-kira mulai dari 15USD per bulan untuk angka pengguna yang sangat kecil. Beberapa brand yang sudah cukup ternama dalam produk CRM (Customer Relationship Management) nya adalah, Clevertap, OneSignal, MoEngage, Airship, etc. Jika kamu sudah menentukan menggunakan pihak ketiga yang mana, maka kamu bisa mengajak tim developer mu untuk bantu integrasikan dengan aplikasinya. Dalam proses integrasi, kamu harus sudah memiliki daftar event tracker (kegiatan atau bagian dari aplikasi yang mana yang ingin kamu track, contoh: Saat pengguna menekan tombol ‘Lupa password’ pada menu Profile) Setelah proses integrasi selesai, kamu bisa mulai melakukan beberapa hal ini:

  1. Buat berbagai grup atau segmentasi berdasarkan jenis atau kebiasaan pengguna. Pada tahap ini, kamu bisa membuat berdasarkan event tracker, berdasarkan demografi, data profil lainnya, dan kamu juga bisa menentukan periode pengguna melakukan hal tertentu, sampah frekuensinya.
  2. Berdasarkan funnel pengguna, identifikasikan tahap mana yang sering terjadi drop-off dan buat strategi khusus untuk itu
  3. Pastikan kamu punya berbagai strategi pesan dan penawaran khusus untuk tiap grup atau segmentasi yang dibuat

Untuk cara penggunaan pihak ketiga ini pastinya berbeda-beda, namun jika kamu sudah memiliki dasar dari 3 hal yang disebutkan di atas, ini akan mempermudah kamu saat ingin mengirim Push Notifications. Umumnya pada proses pengiriman, kamu memiliki pilihan berikut:

  1. Pilih tipe ‘One Time’, ‘Triggered’, atau ‘Location-Based’. Beberapa pihak ketiga memiliki lebih dari 3 pilihan itu
  2. Pilih segmentasinya
  3. Masukan Headline dan Body Copy
  4. Beberapa pihak ketiga memiliki pilihan untuk memasukan gambar
  5. Masukan link untuk landing page. Link bisa menuju ke halaman dalam aplikasi atau halaman di luar aplikasi
  6. Set kapan waktu Push Notifications ini ingin dikirim

Nah, jadi itu deh beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat membuat strategi Push Notifications di 2024 ini.

Leave a comment